Minggu, 22 Oktober 2017

Menggunakan Mata Untuk Mencari

Mencari,
mencari,
dan mencari.

Lebih dari satu tahun
kedua mata mencari-cari
apa yang tidak ada
padaku selama ini

sampai terbawa dalam tidur
pun tak dapat aku temui
permata yang dicari.


Ke mana lagi aku harus mencari


(2017)

Jumat, 29 September 2017

Antara Kebencian dan Sang Bulan

Pedih, pendar, pedih
Pendar, pedih, pendar

Begitulah kebencian
bermain
dalam kehidupan
bila dibiarkan, tanpa
ada keinginan untuk berhenti. 

Datanglah kepada bulan
dia tahu cara untuk
berhenti bermain dalam
panjang dan tipis nya tali
bernama kebencian itu.

Pilu dan nestapa
pasti hilang
hanya dengan sinar nya!



Ruang Kelas G 407 B, 
Kampus Unika Atma Jaya,
13 April 2015

Jumat, 22 September 2017

Rindu Itu Tak Bisa Ditelan Seorang Diri

Menulis sambil merasa rindu
itu bagaikan memahat
sebuah balok kayu nan indah,
tetapi malah tergoda untuk memeluknya,

aneh nya bukan main!

Bolehkah mulut memaki sinar mentari,
bila sinar nya tidak dapat
melebur kan rasa rindu?

Bolehkah air mata terus
mengalir jatuh ke tanah berpasir,
padahal komedi yang memang lucu
sedang dimainkan di depan?

Lebih baik aku memakai
sepatu boots dan membawa
payung bertangkai panjang
serta memakai trench coat  
untuk pergi ke taman sekejap,
ingin mencari ilham di balik rintik-rintik hujan.


2014

Jumat, 08 September 2017

Bayangan Kelam, Awan, dan Matahari

Tak biasanya teralami
saat kedua mata terkena
sinar matahari dan membuka jendela,
bayangan kelam tersebut
kembali hadir, tanpa permisi.

Seketika raut wajahku berubah
perasaan sedih menghingapi
menelan bulat jiwa yang mulai rapuh

Matahari tahu apa yang terjadi,
lalu mengajak kumpulan awan
untuk menggusur kegelapan
dan menggantinya dengan canda dan tawa.

dan aku bersyukur akan itu.

2014

Jumat, 01 September 2017

Jalan yang Berbeda


Berangkat dari tempat ini
dan duduk di atas
adalah impian yang 
masih dalam khayal karena
butuh perjuangan berat
dan persiapan mental, jiwa, dan pikiran.

Bila kedua kaki mu masih
bisa berjalan, buat apa
lagi masih merasa ragu?

Jalan yang satu tak akan
sama dengan jalan yang lain,
namun jalan itu punya kesamaan:
berbatu, terjal, dan sangat panjang

Mentari masih mengamati
langkah mulia kita
dan bulan memperindah
cerita yang kita tulis
pada malam tiba

Buat apa lagi merasa ragu?


2015

Jumat, 25 Agustus 2017

Renungan Di Suatu Tempat Setelah Melihat Langit Malam Dengan Bulan Dan Bintang

Mengapa saat ini
setelah melihat bulan dan bintang-bintang
tidur adalah kegiatan yang sulit dilakukan
senyum mengembang ketika tubuh mencoba mengistirahatkan dirinya
jari telunjuk memilih lagu cinta
dan hati ini berubah bentuk menjadi sebuah granat?

Apakah itu suatu pertanda
pesan dalam batin ini telah tersampaikan 
ke dalam benaknya?

Sudah terlalu sering aku mengakui rasa cinta untuknya
namun terasa tidak pernah akan ada ujung perasaan tersebut
jangankan tembok besar, padang rerumputan pun ternilai sempurna 
jika aku berdiri di sana
dengan genggaman tanganmu nan lembut.

2014

Jumat, 18 Agustus 2017

Surat Untuk Seorang Teman

Cangkir teh yang panas
Namun auramu terasa dingin
Bahkan tanganmu tak menyentuh cangkir itu

Bukan itu saja,
Tiba-tiba empat kardus besar
Yang bertuliskan namamu
Berada di depan teras rumah

Mimpi burukku terjadi sudah
Dan tanganku tak bisa menahan
Langkah kakimu untuk meninggalkanmu

Permasalahan ini bukan memperlihatkan
Siapa atau mana yang benar atau salah dalam memiliki perpandangan
Tetapi memang inilah waktumu
Untuk menetapkan pilihan yang tepat bagi dirimu seorang

Lebih baik kamu pergi siang ini
Sebelum matahari membenamkan dirinya lebih dalam
Sebelum kegelapan menelan dirimu tanpa sisa
Dan sebelum awan-awan dan pepohonan
Tidak bisa meneduhimu dari teriknya panas

Jagalah dirimu baik-baik
Jangan melihat ke belakang
Apalagi terluka karena pilihanmu

Karena sekarang aku mengerti,
Seseorang seperti dirimu
Butuh sebuah kebebasan yang membuatmu bahagia
Bukan sebuah genggaman tangan yang membuatmu terkekang


2014

Salam Kenal!

Halo, pembaca!
Terima kasih sudah meluangkan waktu Anda membaca Blog ini. Kali ini saya sebagai penulis ingin menjadikan Blog ini dikenal oleh pembaca seperti Anda.

Blog ini berisikan puisi-puisi saya yang dibuat di dalam waktu senggang saya.

Masukan dari pembaca seperti Anda sangat membantu saya dalam membangun Blog ini, jadi jangan ragu untuk memberi masukan seperti saran dan kritik. Bila tulisan puisi saya dirasa bagus, silakan komentar. Begitu juga bila tulisan puisi saya dirasa kurang atau jelek sekali.

Oh ya, postingan tentang puisi-puisi saya ada setiap hari Jumat, sebab hari Jumat adalah hari yang menyenangkan bagi saya selain di hari Sabtu dan Minggu.

Selamat membaca, dan semoga puisi-puisi saya bisa membuat hari-hari Anda semua memiliki akibatnya tersendiri.



Salam,


Penulis