Mencari,
mencari,
dan mencari.
Lebih dari satu tahun
kedua mata mencari-cari
apa yang tidak ada
padaku selama ini
sampai terbawa dalam tidur
pun tak dapat aku temui
permata yang dicari.
Ke mana lagi aku harus mencari
(2017)
Blog ini hanya memperkenalkan puisi-puisi saya tanpa menjanjikan apapun bagi pembacanya.
Minggu, 22 Oktober 2017
Jumat, 29 September 2017
Antara Kebencian dan Sang Bulan
Pedih, pendar, pedih
Pendar, pedih, pendar
Begitulah kebencian
bermain
dalam kehidupan
bila dibiarkan, tanpa
ada keinginan untuk berhenti.
Begitulah kebencian
bermain
dalam kehidupan
bila dibiarkan, tanpa
ada keinginan untuk berhenti.
Datanglah kepada bulan
dia tahu cara untuk
berhenti bermain dalam
panjang dan tipis nya tali
bernama kebencian itu.
Pilu dan nestapa
pasti hilang
hanya dengan sinar nya!
dia tahu cara untuk
berhenti bermain dalam
panjang dan tipis nya tali
bernama kebencian itu.
Pilu dan nestapa
pasti hilang
hanya dengan sinar nya!
Ruang Kelas G 407 B,
Kampus Unika Atma Jaya,
13 April 2015
Jumat, 22 September 2017
Rindu Itu Tak Bisa Ditelan Seorang Diri
Menulis sambil merasa rindu
itu bagaikan memahat
sebuah balok kayu nan indah,
tetapi malah tergoda untuk memeluknya,
aneh nya bukan main!
itu bagaikan memahat
sebuah balok kayu nan indah,
tetapi malah tergoda untuk memeluknya,
aneh nya bukan main!
Bolehkah mulut memaki sinar mentari,
bila sinar nya tidak dapat
melebur kan rasa rindu?
bila sinar nya tidak dapat
melebur kan rasa rindu?
Bolehkah air mata terus
mengalir jatuh ke tanah berpasir,
padahal komedi yang memang lucu
sedang dimainkan di depan?
mengalir jatuh ke tanah berpasir,
padahal komedi yang memang lucu
sedang dimainkan di depan?
Lebih baik aku memakai
sepatu boots dan membawa
payung bertangkai panjang
serta memakai trench coat
untuk pergi ke taman sekejap,
ingin mencari ilham di balik rintik-rintik hujan.
2014
sepatu boots dan membawa
payung bertangkai panjang
serta memakai trench coat
untuk pergi ke taman sekejap,
ingin mencari ilham di balik rintik-rintik hujan.
2014
Jumat, 08 September 2017
Bayangan Kelam, Awan, dan Matahari
Tak biasanya teralami
saat kedua mata terkena
sinar matahari dan membuka jendela,
bayangan kelam tersebut
kembali hadir, tanpa permisi.
Seketika raut wajahku berubah
perasaan sedih menghingapi
menelan bulat jiwa yang mulai rapuh
Matahari tahu apa yang terjadi,
lalu mengajak kumpulan awan
untuk menggusur kegelapan
dan menggantinya dengan canda dan tawa.
dan aku bersyukur akan itu.
2014
Jumat, 01 September 2017
Jalan yang Berbeda
Berangkat dari tempat ini
dan duduk di atas
dan duduk di atas
adalah impian yang
masih dalam khayal karena
butuh perjuangan berat
dan persiapan mental, jiwa, dan pikiran.
butuh perjuangan berat
dan persiapan mental, jiwa, dan pikiran.
Bila kedua kaki mu masih
bisa berjalan, buat apa
lagi masih merasa ragu?
Jalan yang satu tak akan
sama dengan jalan yang lain,
namun jalan itu punya kesamaan:
berbatu, terjal, dan sangat panjang
bisa berjalan, buat apa
lagi masih merasa ragu?
Jalan yang satu tak akan
sama dengan jalan yang lain,
namun jalan itu punya kesamaan:
berbatu, terjal, dan sangat panjang
Mentari masih mengamati
langkah mulia kita
langkah mulia kita
dan bulan memperindah
cerita yang kita tulis
pada malam tiba
cerita yang kita tulis
pada malam tiba
Buat apa lagi merasa ragu?
2015
2015
Jumat, 25 Agustus 2017
Renungan Di Suatu Tempat Setelah Melihat Langit Malam Dengan Bulan Dan Bintang
Mengapa saat ini
setelah melihat bulan dan bintang-bintang
tidur adalah kegiatan yang sulit dilakukan
senyum mengembang ketika tubuh mencoba mengistirahatkan dirinya
jari telunjuk memilih lagu cinta
dan hati ini berubah bentuk menjadi sebuah granat?
Apakah itu suatu pertanda
pesan dalam batin ini telah tersampaikan
ke dalam benaknya?
Sudah terlalu sering aku mengakui rasa cinta untuknya
namun terasa tidak pernah akan ada ujung perasaan tersebut
jangankan tembok besar, padang rerumputan pun ternilai sempurna
jika aku berdiri di sana
dengan genggaman tanganmu nan lembut.
2014
2014
Jumat, 18 Agustus 2017
Surat Untuk Seorang Teman
Cangkir teh yang panas
Namun auramu terasa dingin
Bahkan tanganmu tak menyentuh cangkir itu
Bukan itu saja,
Tiba-tiba empat kardus besar
Yang bertuliskan namamu
Berada di depan teras rumah
Mimpi burukku terjadi sudah
Dan tanganku tak bisa menahan
Langkah kakimu untuk meninggalkanmu
Permasalahan ini bukan memperlihatkan
Siapa atau mana yang benar atau salah dalam memiliki perpandangan
Tetapi memang inilah waktumu
Untuk menetapkan pilihan yang tepat bagi dirimu seorang
Lebih baik kamu pergi siang ini
Sebelum matahari membenamkan dirinya lebih dalam
Sebelum kegelapan menelan dirimu tanpa sisa
Dan sebelum awan-awan dan pepohonan
Tidak bisa meneduhimu dari teriknya panas
Jagalah dirimu baik-baik
Jangan melihat ke belakang
Apalagi terluka karena pilihanmu
Karena sekarang aku mengerti,
Seseorang seperti dirimu
Butuh sebuah kebebasan yang membuatmu bahagia
Bukan sebuah genggaman tangan yang membuatmu terkekang
2014
Namun auramu terasa dingin
Bahkan tanganmu tak menyentuh cangkir itu
Bukan itu saja,
Tiba-tiba empat kardus besar
Yang bertuliskan namamu
Berada di depan teras rumah
Mimpi burukku terjadi sudah
Dan tanganku tak bisa menahan
Langkah kakimu untuk meninggalkanmu
Permasalahan ini bukan memperlihatkan
Siapa atau mana yang benar atau salah dalam memiliki perpandangan
Tetapi memang inilah waktumu
Untuk menetapkan pilihan yang tepat bagi dirimu seorang
Lebih baik kamu pergi siang ini
Sebelum matahari membenamkan dirinya lebih dalam
Sebelum kegelapan menelan dirimu tanpa sisa
Dan sebelum awan-awan dan pepohonan
Tidak bisa meneduhimu dari teriknya panas
Jagalah dirimu baik-baik
Jangan melihat ke belakang
Apalagi terluka karena pilihanmu
Karena sekarang aku mengerti,
Seseorang seperti dirimu
Butuh sebuah kebebasan yang membuatmu bahagia
Bukan sebuah genggaman tangan yang membuatmu terkekang
2014
Salam Kenal!
Halo, pembaca!
Terima kasih sudah meluangkan waktu Anda membaca Blog ini. Kali ini saya sebagai penulis ingin menjadikan Blog ini dikenal oleh pembaca seperti Anda.
Blog ini berisikan puisi-puisi saya yang dibuat di dalam waktu senggang saya.
Masukan dari pembaca seperti Anda sangat membantu saya dalam membangun Blog ini, jadi jangan ragu untuk memberi masukan seperti saran dan kritik. Bila tulisan puisi saya dirasa bagus, silakan komentar. Begitu juga bila tulisan puisi saya dirasa kurang atau jelek sekali.
Oh ya, postingan tentang puisi-puisi saya ada setiap hari Jumat, sebab hari Jumat adalah hari yang menyenangkan bagi saya selain di hari Sabtu dan Minggu.
Selamat membaca, dan semoga puisi-puisi saya bisa membuat hari-hari Anda semua memiliki akibatnya tersendiri.
Salam,
Penulis
Terima kasih sudah meluangkan waktu Anda membaca Blog ini. Kali ini saya sebagai penulis ingin menjadikan Blog ini dikenal oleh pembaca seperti Anda.
Blog ini berisikan puisi-puisi saya yang dibuat di dalam waktu senggang saya.
Masukan dari pembaca seperti Anda sangat membantu saya dalam membangun Blog ini, jadi jangan ragu untuk memberi masukan seperti saran dan kritik. Bila tulisan puisi saya dirasa bagus, silakan komentar. Begitu juga bila tulisan puisi saya dirasa kurang atau jelek sekali.
Oh ya, postingan tentang puisi-puisi saya ada setiap hari Jumat, sebab hari Jumat adalah hari yang menyenangkan bagi saya selain di hari Sabtu dan Minggu.
Selamat membaca, dan semoga puisi-puisi saya bisa membuat hari-hari Anda semua memiliki akibatnya tersendiri.
Salam,
Penulis
Langganan:
Postingan (Atom)